Langsung ke konten utama

AKUNTANSI PERBANKAN

NAMA : ANITA MARSAULINA SINURAT
KELAS : BK-5A


Analisa laporan keuangan dari segi karakteristik kualitatif,
saya mengambil Laporan keuangan dari Bank BRI periode tahunan per 31 Desember 2018.

1.  Relevansi Informasi Akuntansi
Yakni metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang bisa membantu para pemakai untuk pengambilan berbagai keputusan melalui penggunaan data akuntansi keuangan.Dalam mempertimbangkan relevansi dari informasi yang bertujuan umum (general purpose information), perhatian difokuskan pada kebutuhan umum pemakai dan BUKAN pada kebutuhan khusus pihak-pihak tertentu.

Laporan keuangan pada tanggal dan untuk  tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal  31 Desember 2018 disusun dan disajikan  sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan  di Indonesia, yang mencakup pernyataan dan  interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan  Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan  Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan  Bapepam-LK No. VIII.G.7 lampiran keputusan  Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012  tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan  Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten  atau Perusahaan Publik”.
Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Amandemen 2015), “Penyajian  Laporan Keuangan tentang Prakarsa  Pengungkapan”.
Laporan arus kas disusun dengan  menggunakan metode langsung dengan  mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
 
Dapat disimpulkan Laporan keuangan pada bank BRI sudah RELEVAN karena sudah memenuhi standar akuntansi / Laporan keuangan disusun sesuai dengan PSAK No. 1 (Amandemen 2015), “Penyajian  Laporan Keuangan tentang Prakarsa  Pengungkapan”.

2. Reabilitas informasi akuntansi
 Informasi tersebut harus handal, tidak menyesatkan, dapat dipercaya, dan disajikan dengan benar.
 Laporan keuangan Bank BRI disusun dan disajikan  sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan  di Indonesia, yang mencakup pernyataan dan  interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan  Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan  Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan  Bapepam-LK No. VIII.G.7 lampiran keputusan  Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012  tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan  Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten  atau Perusahaan Publik”. Laporan keuangan ini juga sudah memiliki bukti audit yang sudah sesuai prosedur sehingga meyakinkan.
Penyusunan laporan ini juga sudah sesuai standar akuntansi sehingga dapat dipecaya dan sudah disajikan dengan benar

3. Komparabilitas atau daya banding
Dapat diperbandingkan terhadap data dari periode yang berbeda dalam satu perusahaan, atau dapat pula terhadap data atau informasi dari perusahaan sejenis.

Laporan keuangan bank BRI ini sudah disajikan dengan benar. Berdasarkan laporan auditor independen ( lanjutan) Laporan No. 00148/2.1032/AU.1/07/10082/1/III/2019(Lanjutan) auditor sudah mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan entitas untuk merancang prosedur audit tepat sesuai dengan kondisinya,

Berdasarkan laporan keuangan yang sudah disajikan, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan bank BRI ini dapat dibandingkan dengan data atau informasi lain, dengan keakuratan dan kebenaran yang sudah disajikan tentu saja memiliki daya banding.

4. Konsistensi
Harus disajikan konsisten, dan secara menyeluruh laporan keuangan ini disajikan secara konsisten. Konsistensi diartikan sebagai prinsip akuntansi yang digunakan dalam pelaporan keuangan tetap dan digunakan secara konsisten (tidak berubah-ubah metode dan prosedur). Tujuannya agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.

Berdasarkan pencatatan laporan keuangan Bank BRI sudah konsisten.


Dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan BANK BRI ini sudah memenuhi 4   karakteristik kualitatif, tidak menyesatkan, relevan, dan  laporan keuangan ini berkualitas .
 

Komentar

  1. Nice kak, intip blog saya juga ya ka xixi

    BalasHapus
  2. Keras, sangat luar biasa dan mudah dipahami :v

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Bagus kak 👍
    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Wow sangat membantu, good job kak👍👍

    BalasHapus
  6. Sungguh sangat bermaanfaat sekali bagi nusa dan bangsa

    BalasHapus
  7. Sangat membantu dari setiap pemaparannya 👍👍

    BalasHapus
  8. sangat bermanfaat. sangat keren

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS AKUNTANSI JASA BANK (SAFE DEPOSIT BOX)

          Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana. Semakin lengkap jasa bank yang diberikan maka akan semakin baik dengan demikian akan menarik nasabah. Hal tersebut akan membuat nasabah merasa puas melakukan kegiatan keuangan di bank itu. Bank melaksanakan jasa  tidak hanya untuk menarik perhatian nasabah semata-mata, namun juga untuk mencari keuntungan yang disebut dengan fee based. Jasa-jasa perbankan antara lain: 1) Trasfrer 2) Inkaso 3) Letter Of Credit 4) Safe Deposit Box 5) Payment Point 6) Cek Perjalanan 7) Kliring, dan lain sebagainya.   Paragraf 20 PSAK 23 menyatakan bahwa “Jika hasil transaksi yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut diakui dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan. Hasil transaksi dapat...